link menu

Wednesday, June 18, 2014

Bahagia

Sejatinya bahagia itu ada dalam cita. Ada cinta mengirinya, ada bangga dalam setiap langkahnya. Dan ada kamu yang selalu menemaninya.. :-) 

Tuesday, June 10, 2014

Rasa yang Terbimbing

"Rasa adalah satu-satunya ujian yang Allah berikan kepada kita"

Ada sebagian orang yang sibuk dengan urusan rasa. Mengikuti keinginan yang dirasakannya. Ada yang galau, bingung, ceria, murung, padahal hidup bukan hanya sebatas pemenuhan rasa. Ada hal yang lebih besar dari itu. 

Kebanyakan remaja kini, awal mula mereka baligh yang pertama kali dikenalkan dan diekspresikan adalah perasaan terutama perasaan suka atau cinta ke lawan jenis. Media-media jahil yang ada seolah mendukung penuh atas hal itu. Yah sehingga tidak salah banyak sekali remaja muda yang berpacaran karena mengikuti rasa tersebut. Waktu, pikiran dan jiwanya yang masih muda tersita oleh urusan rasa tersebut. Apapun yang terucap, tertulis, semua tentang ungkapan rasa tsb. Urusan lain ia sepelekan karena ada hal yang lebih penting yaitu hati ini, hueekk..

adalah Haram

“Saya enggak pacaran, saya temenan doang”. Alasan klasik ini kerap jadi sebuah alasan kedekatan seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Iya teman smsan semalaman, chattingan mesra, nelpon perhatian. Ada juga memang yang mungkin awalnya temenan, tapi karena seringnya komunikasi, bertemu, jalan bareng berikutnya semakin intens bertemu, curhat, ya cinlok deh ceritanya. Berikutnya lagi pegangan tangan sudah jadi hal yang biasa, boncengan pun sudah biasa, kemaksiatan tak terasa karena semua sudah seperti biasa.

“Bukanlah kata pacaran yang menjadi salah, tapi aktivitasnyalah yang salah”. Sebagian orang mungkin ia membenarkan aktivitasnya karena alasan bukan “pacaran”. 

"Barang Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka sekali-kali jangan berduaan (berkhalwat) dengan seorang wanita di tempat sunyi, sesungguhnya setan akan menjadi pihak ketiganya (H.R.Ahmad)".

Tuesday, June 3, 2014

MEKANISME PERILAKU

Menurut penelitian Rogers (1974) seperti dikutip Notoatmodjo (2003), mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru didalam diri orang tersebut terjadi proses berurutan yakni :
1. Kesadaran (awareness)
Dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu terhadap stimulus (objek)

2. Tertarik (interest)
Dimana orang mulai tertarik pada stimulus.

3. Evaluasi (evaluation)
Menimbang-nimbang terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.

4. Mencoba (trial)
Dimana orang telah mulai mencoba perilaku baru.

5. Menerima (Adoption)
Dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.

KONSEP DASAR PERILAKU

Ini adalah salah satu tugas mata kuliah psikologi pendidikan sekitar 3 tahun lalu :D

Anak manusia lahir tidak berdaya, tidak dilengkapi insting yang sempurna, masa penyesuaian untuk belajar memerlukan waktu yang cukup lama, kemampuannya masih terbatas, oleh karenanya anak manusia perlu bantuan, perlu perlindungan dan perawatan.(Landasan Pendidikan, 2009).Manusia sebagai makhluk Tuhan dan sebagai makhluk social memerlukan bantuan dan senantiasa berinteraksi baik dengan Tuhan (sebagai Penciptanya) maupun dengan lingkungannya. 

Manusia itu bisa dianalogikan seperti komputer yang terdiri dari 3 komponen hardware (Keyboard, Processor, dan Monitor). Keyboard berfungsi untuk memasukan input yang akan diterima, diproses, dan disimpan oleh processor. Setelah itu output akan muncul sebagai tampilan di Monitor. Dalam kehidupan manusia input bisa dalam bentuk proses pembelajaran (pengalaman, pengamatan, dsb). Sedangkan proses adalah mekanisme yang terjadi di organ tubuh manusia terutama otak (sebagai processor). Ouput dari proses itu bisa muncul dalam bentuk konsekuensi, perilaku, dan perasaan manusia. Ketiga hal tersebut tidak bisa dipisah-pisahkan karena semua memiliki kaitan proses.

Belajarlah Berinfaq!!


Islam sangat menganjurkan  berinfaq baginya yang memiliki keyakinan bahwa setiap rizki yang dimilikinya adalah dari Allah. Merupakan sebuah anjuran yang bahkan pada bagian awal surah Al-Baqarah telah disebutkan oleh Allah Swt. menggambarkan salah satu karakter utama orang bertaqwa.


"Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS Al-Baqarah ayat 1-3)

Sinar-Sinar Keutamaan dan Kemuliaan

Beriman pada Allah merupakan sebuah kesepakatan antara jiwa, lisan serta langkah, yaitu pembenaran qalbu, diucapan dengan lidah, serta pengamalan dengan anggota badan terhadap yang disampaikan oleh nabi Muhammad Saw. Dari keimananlah memancar sinar-sinar keutamaan dan kemuliaan.

Apabila keimanan kepada Allah telah merasuk dalam kalbu dan menetap dalam jiwa serta terlahir dalam bentuk sikap maka itu pertanda bahwa ia percaya dan yakin atas segala yang dibawa oleh rasulullah dan menjadi bukti ketaatanya kepada Allah.