link menu

Tuesday, June 3, 2014

Belajarlah Berinfaq!!


Islam sangat menganjurkan  berinfaq baginya yang memiliki keyakinan bahwa setiap rizki yang dimilikinya adalah dari Allah. Merupakan sebuah anjuran yang bahkan pada bagian awal surah Al-Baqarah telah disebutkan oleh Allah Swt. menggambarkan salah satu karakter utama orang bertaqwa.


"Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS Al-Baqarah ayat 1-3)


Allah telah mengabarkan kepada setiap manusia bahwa pada setiap rizki yang dimilikinya ada hak orang lain. Itu adalah salah satu amanah Allah yang diberikan kepada kita selaku orang yang mengimaniNya. Sebagai umpama, jikalau engkau menitipkan barang kepada temanmu untuk disampaikan kepada orang tuanya, tapi oleh temanmu barang tersebut ternyata tidak disampaikan justru malah ia pake. Maka apa yang terjadi dengan responmu terhadap temanmu, masihkah engkau percaya kepadanya? Begitupun Allah ketika Allah memberikan amanah kepada kita namun tidak kita tunaikan akankah Allah percaya kembali kepada kita? 
Cara Allah mengambil haknya itu bisa dengan cara lain, ketika engkau tidak menunaikan amanah tersebut. Bisa diambil dengan cara paksa, kehilangan, kecurian, boros tidak bisa memanage uang, uang banyak tapi tidak berkah bahkan dengan sakit. Naudzubillah.

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Ali-Imran:92)
"Wahai orang-orang yang beriman! Infaqkanlah dari sebagain apa-apa yang kami rizkikan kepada kamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual-beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itu merekalah yang dhalim."(Q.S. Al-Baqoroh: 254)

Berinfaqlah, jangan khawatir uangmu habis, atau engkau akan melarat karena berinfaq. Justru sebaliknya Allah akan memberikan keberkahan pada rizkimu. Berinfaqlah selagi engkau dalam keadaan lapang maupun sempit. Berinfaqlah , karena besarnya infaq itu tidak ditentukan, seiklasnya. Berapapun harta yang engkau infaqkan dijalan Allah maka akan Allah ganti dengan pahala yang istimewa.

Telah dicontohkan oleh para pendahulu kita, para sahabat rasulullah yang ia berlomba-lomba dalam menginfaqkan hartanya dijalan Allah. Mereka sedikitpun tidak merasa khawatir karena mereka yakin bahwa Allah yang akan menjamin hidup dan memberikan kecukupan rizki kepada mereka.

Allah ta’aala menjanjikan fadhilah di balik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

“Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah:261)

Belajarlah berinfaq menunaikan kewajiban atas harta yang Allah berikan kepada kita. Jangan sampai kita memakan harta haram, memakan hak orang lain. Sekiranya engkau memiliki uang  Rp. 100.000,- dan engkau makan semuanya, niscaya apa yang engkau makan itu adalah sesuatu yang haram dan apa-apa yang haram yang engkau haram niscaya akan mengotori hatimu, sehingga kebenaran/petunjukpun akan sulit masuk. Tapi sekiranya dari uang Rp 100.000,- itu engkau coba tunaikan kewajibannya dengan mengeluarkan infaq, misal Rp 1.000 ,- maka Rp 99.000,- sisah uang yang engkau miliki itu halal untuk engkau pakai dan makan(syarat dan ketentuan berlaku yoo). Sesuatu yang halal yang kita makan maka akan membersihkan hati kita, sehingga kebenaran/petunjukpun akan mudah masuk. 

Kini saya mulai mengerti mengapa  ketika kita mengeluarkan zakat atau infaq maka doanya adalah “Semoga menjadi pembersih harta dan jiwa”. Ternyata memang dahsyat ya khasiatnya. 
Semoga kita menjadi manusia yang amanah, aamiin ya Allah.  

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”
(QS Ali Imran ayat 133-134)

Wallahu A'lam Bishawab.

Mia Ira Antika
Puncak ledeng; 03 Juni 2014; 00:29
Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)