link menu

Tuesday, June 3, 2014

KONSEP DASAR PERILAKU

Ini adalah salah satu tugas mata kuliah psikologi pendidikan sekitar 3 tahun lalu :D

Anak manusia lahir tidak berdaya, tidak dilengkapi insting yang sempurna, masa penyesuaian untuk belajar memerlukan waktu yang cukup lama, kemampuannya masih terbatas, oleh karenanya anak manusia perlu bantuan, perlu perlindungan dan perawatan.(Landasan Pendidikan, 2009).Manusia sebagai makhluk Tuhan dan sebagai makhluk social memerlukan bantuan dan senantiasa berinteraksi baik dengan Tuhan (sebagai Penciptanya) maupun dengan lingkungannya. 

Manusia itu bisa dianalogikan seperti komputer yang terdiri dari 3 komponen hardware (Keyboard, Processor, dan Monitor). Keyboard berfungsi untuk memasukan input yang akan diterima, diproses, dan disimpan oleh processor. Setelah itu output akan muncul sebagai tampilan di Monitor. Dalam kehidupan manusia input bisa dalam bentuk proses pembelajaran (pengalaman, pengamatan, dsb). Sedangkan proses adalah mekanisme yang terjadi di organ tubuh manusia terutama otak (sebagai processor). Ouput dari proses itu bisa muncul dalam bentuk konsekuensi, perilaku, dan perasaan manusia. Ketiga hal tersebut tidak bisa dipisah-pisahkan karena semua memiliki kaitan proses.

Jika ketiga komponen (input, proses, dan output) ini bisa dipahami dengan baik maka hasilnya akan optimal namun setiap manusia memiliki insting dan persepsi yang berbeda-beda terhadap suatu kejadian atau peristiwa sehingga interpretasi yang muncul dari setiap individu juga berbeda-beda, akibatnya perilaku yang muncul sebagai respon dari suatu keadaan, peristiwa dan kejadian pun akan berbeda-beda.
Perilaku adalah segenap manifestasi hayati individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang paling dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan.

1. Pengertian Perilaku
Perilaku merupakan tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003).
Menurut Spranger secara rinci perilaku manusia sebenarnya merupakan refleksi dari berbagai gejala kejiwaan seperti pengetahuan, keinginan, kehendak, minat, motivasi, persepsi, sikap dan sebagainya. Namun demikian realitasnya sulit dibedakan atau dideteksi gejala kejiwaan tersebut dipengaruhi oleh faktor lain diantaranya adalah pengalaman, keyakinan, sarana/fasilitas, sosial budaya dan sebagainya. 

2. Jenis-jenis Perilaku
Perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003), yaitu :
a. Perilaku tertutup (convert behavior)
Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.

b. Perilaku terbuka (overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain.

3. Pandangan Tentang Perilaku
Pandangan  tentang perilaku, ada lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu; 1) pendekatan neurobiologik, pendekatan ini menitikberatkan pada   hubungan antara perilaku dengan kejadian yang berlangsung dalam tubuh (otak dan syaraf) karena perilaku diatur oleh kegiatan otak dan sistem syaraf, 2) pendekatan behavioristik, pendekatan ini menitikberatkan pada perilaku yang nampak dan perilaku dapat dibentuk dengan pembiasaan dan pengukuhan melalui pengkondisian stimulus, 3) pendekatan kognitif, menurut pendekatan ini individu tidak hanya menerima stimulus yang pasif tetapi  mengolah stimulus menjadi perilaku baru, 4) pandangan psikoanalisis, menurut pandangan ini  perilaku individu didorong oleh insting bawaan dan sebagian besar perilaku itu tidak disadari, dan  5) pandangan humanistik, perilaku individu bertujuan yang ditentukan oleh aspek internal individu. Individu  mampu mengarahkan perilaku dan memberikan warna pada lingkungan.

4. Faktor-faktor Yang Menyebabkan Timbulnya Perilaku
a. Pemikiran dan Perasaan (Thougts and Feeling), 
Pemikiran dan perasaan dalam bentuk pengetahuan, persepsi, sikap,kepercayaan dan penilaian seseorang terhadap objek. Pengetahuan diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Kepercayaan sering atau diperoleh dari orang tua, kakek, atau nenek. Seseorang menerima kepercayaan berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap objek. Sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain yang paling dekat. Sikap membuat seseorang mendekati atau menjauhi orang lain atau objek lain, sikap akan diikuti oleh tindakan mengacu kepada pengalaman orang lain, sikap diikuti atau tidak diikuti oleh suatu tindakan berdasar pada banyak atau sedikitnya pengalaman seseorang.

b.  Tokoh penting sebagai Panutan. 
Apabila seseorang itu penting untuknya, maka apa yang ia katakan atau perbuat cenderung untuk dicontoh.

c.   Sumber-sumber Daya (Resources)
Mencakup fasilitas, uang, waktu, tenaga dan sebagainya.

d.   Kebudayaan
Perilaku normal, kebiasaan, nilai-nilai dan penggunaan sumber-sumber didalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup (way of life) yang pada umumnya disebut kebudayaan. Kebudayaan ini terbentuk dalam waktu yang lama dan selalu berubah, baik lambat ataupun cepat sesuai dengan peradaban umat manusia (Notoatmodjo, 2003).

5. Dinamika Perilaku Individu
a. Pengamatan 
Peng amatan  adalah proses belajar mengenal segala sesuatu yang berada di lingkungan sekitar  dengan menggunakan  alat indera penglihatan,  pendengaran, pengecap dan pembau.

b.  Persepsi
Persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di otak atau pengertian individu tentang situasi atau pengalaman. Ciri umum dari persepsi adalah terkait dengan dimensi ruang dan waktu, terstruktur, menyeluruh dan penuh arti. Persepsi bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh perhatian selektif, cir-ciri rangsangan, nilai dan kebutuhan individu, dan pengalaman. 

c. Berfikir
Berfikir adalah aktivitas yang bersifat ideasional untuk menemukan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan. Berpikir bertujuan untuk membentuk pengertian, membentuk pendapat, dan menarik kesimpulan. Proses Berfikir kreatif  terdiri dari  persiapan , inkubasi, iluminasi, verifikasi. 


DAFTAR PUSTAKA
Kesuma, Dharma. dan Somarya, Dede. (2009). Landasan Pendidikan . Bandung : Sub Koordinator MKDP.
Kholil, Munawar. (1989). Tersedia : http://members.tripod.com/abu_fatih/Rancangkuri.html [20-21 Juni 1989]
Sudrajat, Akhmad. (2008). Taksonomi Perilaku Individu. Tersedia: 
http://eko13.wordpress.com/2008/03/22/taksonomi-perilaku-individu/#more-51 
[22 Maret 2008]
http://netsains.com/2009/02/psikolog-harus-mengerti-tentang-otak-manusia/



Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)