link menu

Wednesday, March 28, 2012

BALDATUN LA’NATUN WA ROBBUN GHODOBUN


NEGERI TERLAKNAT DAN TUHAN MURKA.

Entahlah di wilayah mana negeri tersebut berada. Yang jelas pemerintah & penduduk Negeri tsb durhaka kepada tuhannya. Aturan & Hukum yang berlaku adalah aturan & hukum buatan mereka, dan mereka sendiri yang melanggarnya. Sementara aturan & hukum yang telah dibuatkan oleh tuhannya mereka abaikan, bahkan setiap upaya untuk menegakkannya mereka tolak dan tentang habis2an. Tidak ketinggalan cendekiawan yang mengaku muslim, tapi berpendidikan barat menganggap bahwa hukum Alloh sudah tidak relevan. Menurut mereka, hukum Alloh layak disimpan di museum, enak dilihat (dikaji, didiskusikan, diseminarkan),tapi tidak enak diberlakukan. Layaknya Dinosaurus, enak ditonton, tapi menakutkan kalau dihidupkan.

Jadi ……

Tidak usah bermimpi negeri tsb, menjadi Baldatun Thoyyibatun WaRobbun Ghofur. Semoga Negeri tsb tidak berada di wilayah kita.Karena kita adalah para perindu kebenaran,perindu tegaknya hukum Alloh.

BENCANA ATAU ADZAB ? . LONGSOR, BANJIR, GEMPA, TSUNAMI, ANGIN PUTING BELIUNG menerpa….!.

Tanah subur, tempat menanam tanaman,sumber kehidupan dan penghidupan-tiba-tiba longsor menimpa manusia hingga tewas.

Air yang menyejukan, pelepas dahaga,membersihkan pakaian dan bejana, membersihkan tubuh darikotoran dan najis, diridu tatkala kemarau-tiba-tiba meluap banjir menenggelamkan rumah2 & penghuninya.

Bumi tempat berpijak,bercengkrama, bercanda ria- tiba-tiba bergetar gempa,meruntuhkan bangunan2.

Air laut tempat penghidupan para nelayan, tempat tujuan wisatawan dengan keelokan dan keindahannya-tiba-tiba Tsunami meluap menerjang daratan,menghancurkan perkotaan.

Angin sepoi-sepoi menyejukkan badan yang kegerahan, meniup pohon2 dan dedaunan hingga nampak indah, tiba-tiba menjadi angin puting beliung.

Mengapa…? padahal manusia adalah Khalifah (Qs 2 :30), kewajiban, bumi, air , angin, laut dan alam raya ini melayani sang Khalifah, apakah itu sebgai bentuk protes mereka kepada Sang Khalifah yang tidak AMANAH ?

Itu terjadi secara tiba-tiba dan beruntun di negeri terlaknat dan tuhan murka, bukan…, bukan di tempat kita berpijak.

semoga hal2 tersebut tidak terjadi di negeri kita, itu hanya ada di BaldatunLaknatun wa Robbun Ghodobun……


Sumber:http://balakecrakan.wordpress.com/

Friday, March 16, 2012

Akhwat Sejati

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari kecantikan parasnya…
Tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya…

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari bentuk tubuh yang mempesona…
Tetapi dari sejauh mana dia berhasil menutup tubuhnya…

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari begitu banyaknya dia melakukan kebaikan…
Tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu…


Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya…
Tetapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan…

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari keahliannya berbicara…
Tetapi dari bagaimana caranya berbicara….

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian…
Tetapi dari sejauh mana dia mempertahankan kehormatannya…

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan…
Tetapi dari kekhawatiran dirinya yang membuat orang tergoda…

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari seberapa banyak dan besar ujian yang dijalani…
Tetapi dari sejauh mana dia menghadapi ujian dengan kesabaran…

Akhwat Sejati…
Bukan dilihat dari sifat supelnya bergaul…
Tetapi dari sejauh mana dia menjaga kehormatannya dalam bergaul…

sumber: pendiari.blogspot.com

Thursday, March 8, 2012

Entah Khayalan, Mimpi atau Nyata ^.^"

Gerimis hujan turun begitu kerap, diiringi semilir angin yang halus menyapaku,,
Hmm,, kutatapi air hujan itu dibalik jendela kaca kamar kost ku. Selintas pikirku melayang, terbang ntahh kemana, yang ku tahu pikirku seakan pergi ke sebuah alam mimpi yang seolah telah nyata dan pernah ku alami .
Senja yang indah, di ujung langit berwarna kuning, orange,  keemasan. Ku berdiri sendiri di atas padang pasir yang kering, namun menyejukan dan mendamaikan hati,, 
Tak ada sedikitpun ketakutan dalam pikirku,,
Sesaat ku jongkok dan ku kepal pasir itu, haru menyapa hatiku hingga tak terasa tetesan air mata jatuh ke kepalan pasir tersebut. 
Kuteruskan perjalananku, di ujung penglihatanku, ku melihat sesosok orang yang sedang berjalan, ku ikuti jejaknya, hampir saja sosoknya hilang dari mataku. Namun ku terus ikuti, semakin jelas sosok itu berjubah, ia memakai jubah putih yang terlihat coklat karena cahaya senja yang semakin tenggelam .
Sesaat hilang dari hadapanku, entahlah begitu cepat sekali ia berjalan..
Siapakah ia?