link menu

Friday, April 25, 2014

Maaf

"Jangan Bermaksiat!
Kecemburuan Allah ini semakin besar manakala pelaku pelanggaran itu adalah wali-wali-Nya yang selama ini mendekatkan diri kepada-Nya, yang semestinya menjadi orang yang paling jauh dari segala bentuk kemasiatan"
—  Penawar Lelah Pengemban Dakwah


Wednesday, April 23, 2014

Manusia

Manusia tercipta dengan berbagai kelebihan dan kesempurnaan, salah satunya adalah akal. Akal ini berfungsi untuk memikirkan, menganalisis, menyimpulkan sampai mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Akal ini tidak Allah berikan kepada makhluk lainnya seperti hewan atau tumbuhan misalnya. Manusia yang memfungsikan akalnya, setidaknya ia akan memilih mana yang bermanfaat bagi dirinya...

Ada terdapat banyak kesamaan hewan dan manusia salah satunya yaitu memiliki hawa nafsu. Seorang manusia yang dikatakan manusia itu adalah ia yang mampu mengoptimalkan fungsi akalnya, ia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dengan akalnya. Tetapi ketika ia tidak mengoptimalkan fungsi otaknya, tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya dengan akalnya, ia justru mengikuti hawa nafsunya, ia sama saja dengan binatang, bahkan lebih bodoh.

Sunday, April 13, 2014

Hanya ingin menulis.

Menyaksikan berbagai fenomena yang tertangkap oleh indra, setiap hari setiap saat, membuat saya berfikir dan sedikit termenung. 
Aku melihat negeriku saat ini bak bangunan yang telah lapuk, yang bisa kapan saja ambruk.
Pondasi yang tidak kuat, tiang yang rapuh serta atap yang sudah pada bolong dengan dinding yang roboh. 

Aturan negeri yang tidak berpijak, dikendalikan makhluk disertai masyarakat yang apatis. Entah ini tentang kepercayaan ataukah pilihan. 
Rakyat sudah tidak peduli dengan urusan pemerintah, begitupun pemerintah sudah tidak peduli dengan urusan rakyat. Ah negeriku..

Manusia yang kian hari kian sibuk dengan urusan pribadinya, sudah tidak peduli lagi dengan keadaan lingkungannya. Kepuasan pribadi harta, tahta serta cinta itulah puncak pencapaian tertinggi kebanyakan.

Ketika rasa menjadi dasar segala, ayat-ayat serta puisi cinta banyak berhamburan, namun sayang, cinta yang sebatas kepuasan rasa.

Mereka seolah hidup sekali mati, hilang arah dan tujuan. Agama hanya jadi hiasan, hidup tanpa aturan. Apa sebenarnya yang ingin dicipta?

Para pengubah negeri berdatangan, umpama seorang ksatria yang kesiangan. Tak lebih dari sekedar omongan dan rayuan.

Orang yang mengaku shaleh tak lebih dari seorang pengecut. Kehidupannya tak jauh beda dari orang yang salah. Ohh....

Inilah masaku, inilah kehidupanku..
Aku?

JanjiMu pasti, aku disini menyaksikan kehidupanku, berusaha menepati janjiku dan tak ingin menjadi seorang pengecut.


Mia Ira Antika;
Puncak Ledeng, 13 April 2014; 02.07 AM