link menu

Friday, November 22, 2013

Keimanan

Iman, kata yang sudah tak asing lagi didengar. Pemaknaan yang kini sudah hampir bias dan jauh sekali dari esensinya. Kini iman hanya sebatas dimulut saja padahal kita ketahui sejak kecil dulu bahwa iman merupakan sebuah keyakinan yang tumbuh di hati, diucapkna dengan lisan dan ditunaikan dengan langkah.
Bahasan kali ini, terinspirasi dari bahasan guru ngaji saya tadi malam. Iya bertanya  “Seperti apakah orang yang beriman itu?” ,“Orang yang beriman itu adalah orang yang tidak ragu” itu jawab saya ada pula yang menjawab “Orang yang berimasn itu pasti ada langkah sebagai wujud ia beriman” dan jawaban-jawaban lainnya.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. QS. Al Hujuraat: 15


Guruku memberikan ayat yang di atas, dan terjawablah bahwa orang yang beriman itu adalah orang yang:
1.       Beriman kepada Allah dan Rasulnya dengan tidak ragu-ragu;
2.       Berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Beriman kepada Allah berarti yakin sepenuhnya bahwa Allah yang maha kuasa atas segalanya. Seperti yang tertuang dalam Qur’an Surat Yunus:31
“Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah." Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"”QS. Yunus:31

Kemudian beriman kepada Rasul, seperti apakah iman kepada rasul?
Rasul itu adalah utusan yang diutus ke muka bumi sebagai wakil Allah, dengan segala aturan yang di tetapkan, Allah mengutus rasul untuk menjalankan amanah yang Allah perintahkan  untuk mengelola bumi ini(Kerajaan Allah).
Tidak sedikit orang yang mengingkari Rasul, dari mulai nabi Adam as. bahkan rasul Muhammad saw., selalu ada penentangan. Salah satu contoh penentangannya kita tengok sejarah, 1300an tahun yang lalu di Bukit Shafa, Rasul Muhammad menyeru kepada seluruh masyarakat Quraisy untuk berkumpul, maka semua suku Quraisy  berkumpul memenuhi seruan beliau, bahkan Abu Lahab dan pemuka Quraisy juga ikut datang hari itu.
”Apa pendapat kalian jika kukabarkan bahwa di lembah ini ada pasukan kuda yang mengepung kalian, apakah kaian percaya padaku?” Rasulullah memulai pertanyaan saat itu.
“Benar”, jawab mereka, “kami tidak pernah mempunyai pengalaman bersama engkau kecuali kejujuran”.
Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku memberi peringatan kepada kalian sebelum datangnya adzab yang pedih”, beliau mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada risalah beliau serta iman kepada hari akhirat.
Abu Lahab berkata “Celakalah engkau untuk selama-lamanya.Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?”
Pada saat itu Abu Lahab mengimani Allah, namun ia tidak mau mengimani Muhammad sebagai rasul Allah. karena dia tidak mau kekuasaannya diatur oleh aturan yang dibawa Muhammad, dia  lebih suka menggunakan aturannya sendiri.

Itulah salah satu bentuk penentangan zaman dulu, yang masih bertahan sampai saat ini. Banyak yang berkeliaran orang macam Abu lahab zaman ini. Anda yang masih mempunyai pemikiran/keyakinan seperti Abu Lahab ini, bertaubatlah!!
 “Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. QS. Al A'raaf : 158

Sudah seharusnya kerajaan Allah ini menggunakan aturan yang Allah kehendaki. Karenanya Allah ridha.
Rasulullah Muhammad kini sudah tiada, estapeta kerasulan masih ada sampai saat ini, namun kondisi saat ini aturan Allah tidak tegak, kita yang hidup dimasa setelahnya dan mengakui diri sebagai umatnya maka sudah seharusnya memperjuangkan kembali tegaknya kerajaan Allah di muka bumi ini dalam 1 komando kepemimpinan penerus rasulullah Muhammad.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”
QS. Annisaa’ :59

Berikut ayat yang menjelaskan bagaimana wujud kita mengimani Rasul.
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadatanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. QS. Al A'raaf: 157
Dari ayat yang di atas dijelaskan bahwa orang yang beriman kepada Rasul itu adalah ia yang memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang di turunkan kepadanya(Al-Qur’an).
Dengan mengimani Allah dan Rasul maka engkau akan yakin dengan adanya malaikat, Kitab Allah(petunjuk), hari akhir dan segela ketetapan Allah. Dan kau pun akan mengerti mengapa kita harus berjuangan dengan harta dan jiwa, Allah meminta kepada kita berjuang dengan harta dan jiwa, bukan salah satunya.
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” QS. Ash Shaff:10-11
Bagi para pejuang, semoga kita sama-sama istiqhomah menatapi jalan perjuangan ini,, aamiin.

Mia Ira Antika;

Puncak Ledeng; 21 November 2013;23:00 WIB
Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)