link menu

Wednesday, November 20, 2013

Hidup Bermanfaat yes!!

Menjadi manusia yang bermanfaat untuk diri dan sekitar itu adalah hal yang ingin saya lakukan. Belajar melatih diri untuk siap menjadi manusia yang bermanfaat kapanpun dan dimanapun berada, kemanfaatan yang berstandarkan ridha Allah tentunya. Ketika saya mendapatkan ilmu pada sebuah forum minggu lalu, mengingatkan kembali akan hakikat hidup di dunia. Satu hal yang memang selalu saya lupakan akan kehidupan akhirat, yang menjadikan saya lalai dalam menjalani hidup di dunia ini. Bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, singkat sekali. Bagaimana cara kita mengisi/ memanfaatkan waktu yang singkat itu. Bukan waktunya egois dan mementingkan rasa serta mementingkan sendiri lagi. Karena saya mempunyai tugas, tugas yang tuhan percayakan pada saya menjadi hambaNya dan khalifah di muka bumi ini.

Berbicara cita-cita dari semenjak saya sekolah SD saya mempunyai cita-cita menjadi seorang Dosen, awalnya Papa yang menginspirasinya saat itu, hingga saya mau menjadi seorang dosen, semoga kesampaian aamiin. Saya yakin ketika ada niatan dan usaha Allah pasti akan membuka-buka kan jalannya insyaallah.

“Cita-cita itu tarap keinginan tertinggi”, pemikiran ini datang ketika masuk dunia mahasiswa. Ternyata saya memiliki banyak keinginan dan keinginan tertinggi saya ternyata ingin mendapatkan kemuliaan hidup bahagia dan mendapat surga di akhirat kelak, tidak hanya sebatas menjadi seorang dosen.
Cita-cita yang menuntutku untuk segala mampu, mampu dalam hal apapun. Melatih berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, mampu menyikapi suatu permasalahan dan sebagainya, pada intinya saya harus bisa. Belajar dan terus belajar.
Jika hidup itu untuk berkaya, maka saya ingin membuat karya terbaik sampai dimana saya meninggalkan dunia ini pun karya itu masih tetap ada.

Kembali pada kemanfaatan, saya ingin bermanfaat untuk sekitar. Kapanpun dan dimanapun, di kampus, sekolah, kosan, dll. di tempat kelahiran saya khususnya Bojong-Bungbulang – Garut. Apa yang bisa saya persembahkan? Harusnya ada. Berbicara keinginan pula, saya ingin mensejahterakan masyarakat di kampung saya disana, meskipun hanya kemungkinan kecil untuk tinggal di sana, tapi saya mau mengajak mereka untuk berfikir serta menyadarkan suatu kebiasaan menjadi satu hal yang luar biasa ditengah kondisi yang tengah amuradulnya dalam segala hal. 

Saya orang islam, standar berbuat harus berdasarkan aturan islam, saya ingin mengabdi kepada Tuhan saya, dengan karya-karya terbaik saya untuk Tuhan saya, Allah swt.

Saya suka dengan lebah yang menghasilkan madu,  mereka memberikan banyak kemanfaatan, mereka punya pasukan yang kompak serta mempunyai senjata ampuh. 1 hal lagi yang paling menarik darinya, ketika telah mengeluarkan senjata ia akan terurai lemah bahkan banyak yg sampai mati, hanya untuk melindungi madu-madu yang dihasilkannya itu ketika mendapatkan gangguan. Perjuangan mereka mungkin disana, antara hidup menghasilkan madu atau mati.. :D Banyak pelajaran yang bisa diambil dari makhluk yang satu ini, salah satunya kemanfaatan, berjamaah serta perjuangan.

bee
Tuhanku, saya sering lalai dan bisa jadi saat ini semangat sedetik kemudian loyo kembali, namun kuharap senantiasa kau beri kesabaran, dan  keisthiqomahan dijalanMu.


Mia Ira Antika;

Puncak Ledeng; 20 November 2013; 05:20
Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)