link menu

Friday, April 25, 2014

Maaf

"Jangan Bermaksiat!
Kecemburuan Allah ini semakin besar manakala pelaku pelanggaran itu adalah wali-wali-Nya yang selama ini mendekatkan diri kepada-Nya, yang semestinya menjadi orang yang paling jauh dari segala bentuk kemasiatan"
—  Penawar Lelah Pengemban Dakwah


Allah, apakah engkau cemburu kepadaku?
Aku yang menyuarakan orang untuk tidak bermaksiat, sementara aku masih menyukai maksiat.
Aku ingin menegakan syariatMu, tapi aku masih belum bisa meninggalkan maksiat.
Aku masih mengikuti hawa nafsuku, menuruti egoku.
Apakah aku harus berkata "wajar"
Ohh.. pembenaran mematikankah ini?
Berkali-kali melakukan pembenaran disaat aku menyuarakan kebenaran dengan merasa tenang melakukan maksiat. Maafkan ampuni ya Allah.
Bagaimana bisa aku ingini aturanMu tegak, sementara aku masih enggan Engkau atur.

Sekiranya kekuasaanMu tegak, jangan jadikan aku sebagai perusak, penghancur karena aku salah satu penyuka maksiat, karna aku tak mau diatur.

Allah, jagalah, lindungilah aku dan saudaraku dari segala bentuk kemaksiatan, jauhkanlah.
Jadikanlah kami menjadi orang yang siap dan layak menerima kemenangan itu.


Mia Ira Antika
Puncak Ledeng, 25 April 2014; 05:58


Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)