link menu

Wednesday, October 30, 2013

Ceritaya Sakit

Kenapa cuti? sakit.
Sakit apa? Lho kenapa?
Pertanyaannya,, :| takdir atuh harus sakitmah, sudah ketentuan Allah. Ehh karena kurang menjaga kesehatan juga sih.

Saya belum bercerita memang mengenai sakit saya di tahun 2012 lalu, sudah lama dan semoga menjadi pelajaran juga.

Ceritanya di bulan Ramadhan yang sok sibuk gitu, jhhaha.. bertepatan dengan KKN, harusnya memang ngga sibuk wong KKN kan kuliah kerja nyantai #ehh. Saya paling sering izin dari tempat tinggal KKN (Untung nilai dikasih A) dapat ketua KKN yang baik banget, hehe nuhun :D
Minggu dini hari badan kerasa ngga enak, rada panas namun tak ku hiraukan. Jam 04.00 sebelum subuh saya sudah berpamitan untuk pergi kembali ke Bandung, setelah 1 malam saya bermalam di Garut, 
ngeburu acara jam 10 di Bandung, tebar kerudung. Masih inget waktu itu di bawah matahari yang panas saya bersama kawan saya nebar kerudung, asli kepala pusing banget, badan lemes sekali. Setelah ashar saya pulang ke tempat tinggal KKN, untuk besoknya penutupan KKN. Setelah penutupan KKN saya menempati kosan baru di Cilimus. Demam masih belum turun, suara mulai rada berubah, ditambah batuk. Ngga enak bangetlah, H-1 Lebaran(kalau nggak salah) saya mudik pulang kampung, naasnya di rumahpun saya tepar, mamah suruh buat periksa ke dokter, tapi saya nggak mau. Saya merasa sakit saya itu biasa demam biasa yang akan sehat kembali jika di istirahatkan tanpa minum obat (Saya nggak suka minum obat). Seminggu di sana sakit masih tetap, akhirnya seminggu sebelum masuk kuliah saya pulang lagi ke Bandung dalam kondisi badan belum sehat. Kacau, kondisi badan malah menurun sangat, ditambah pusing, saat itu jalan serasa melayang-layang gitu, tetep masih belum mau periksa, sekalipun kawan saya chi wulandari memaksa untuk periksa. Saya terlalu takut untuk diperiksa, parah ya.

Badan menggigil keluar keringat tapi dingin, masih ingat waktu itu sedang rapat posting (kalau nggak salah), untung di kosan. Tetiba badan menggigil lagi, jhhaha kacaulah dipaksain gimana juga nggak bisa, akhirnya mundur dari rapat. Sorenya rencana untuk pergi pun nggak jadi, fix dianter chi periksa ke poliklinik DT saat itu, penyebab pusing itu ternyata kurang darah sipp, dikasih obat untuk 5 hari. Eternyata nggak ada perubahan sama sekali. Senin 03 september 2012 adalah hari pertama kuliah, semangat sih kuliah, meskipun kondisi saat itu memang harusnya istirahat. Hari selasa benar" ngga bisa bangun dari tempat tidur. Hari itu hari pertama haid, kalau bangun maka saya ngga bisa lihat apa", gelap. Nafsu makan sudah mulai berkurang(Seneng sih, bisa diet haha)  Saat itu nggak berani buat ngabarin orang tua, karena takutnya khawatir.

Tanggal 07 sept 2013 adalah rencana camping genk, saya berusaha untuk sehat mau banget ikut. Akhirnya ngabarin sodara yang di Garut, dan menyuruh buat pulang ke rumahnya di Garut, katanya biar lekas sehat dan hari jum'at nanti bisa ikut camping. Semangat saya pergi ke Garut, di jemput sama teman dekat teh irma, karena saat itu jalan saya sudah rempong haha.. dianterin sampe caheum, saya naik bis ke Garut.

Di Garut saya di jemput teh Teni, berharap sebelum sampai tempat pemberhentian Bis, teh Teni sudah nyampe, khawatir saya nggak bisa turun, dan ternyata saya lebih dulu nyampe,  turun sendiri dalam kondisi  penglihatan yang kadang-kadang menjadi gelap. Alhamdulillah bisa turun. Saya sudah ngga bisa lihat sms lagi. di Alun-alun Tarogong sendiri dan menundukan kepala, nunggu dapat telepon dari teh Teni saja. Akhirnya ketemulah dan asli sebenernya untuk di pake jalan badan nggak kuat banget saat itu, dengan wajah pucat mengundang perhatian orang" yang melihat saat itu. Sampailah di kosan kamemeut, tidak lama dari itu sodara teh Tini datang dan dianterin buat cek ke dokter dianterin sama kaka ipar (terpaksa).

Selesai diperiksa, cek darah 1 jam kemudian sudah ada hasilnya. saya dimarahin dokter. karena HB saya 5,5 (saya ngga ngerti sih) dirujuk untuk segera rawat inap di rumah sakit dan perlu tranfusi darah. Ngga nyangka banget ternyata bakal ngalamin juga nginep di rumah sakit. Saya masih belum mau menghubungi orang tua, alesannya takut dimarahin karena nggak bisa jaga kesehatan dan takut mereka khawatir. Tapi akhirnya teh Tini menghubungi papa juga untuk datang ke Garut.

Esoknya hari jum'at tanggal 07 sept 2013 saya ke rumah sakit dan saya memilih untuk rawat inap di rumah sakit Guntur. Keinginan untuk ikut camping tidak tercapai :|
Beberapa kali dokter nanya, apa yag kerasa saya jawab lemes aja(memang itu yang kerasa, nggak sakit), HB saya menurun karena mungkin saya sedang Haid saja,  tapi memang 2 kali saya pernah bab darah(ku kira efek panas dan haid aja). Setelah di cek ternyata hemoroid dalam(Ambeien dalam). Dokternya tegas banget tapi baik, saya suka takut kalau di periksa beliau, katanya saya harus di operasi. Tapi sebelum di operasi HB saya harus normal dulu minimalnya 12. Akhirnya nyari darah ke kawan" yang ada di Garut, baik ikhwan atau pun akhwat ngga ada yang cocok, meski banyak yang golongan darahnya O, pun babeh saat itu pun nggak cocok juga(semuanya tidak memenuhi kriteria menjadi pendonor)parahlah. Akhirnya karena mendesak ngambil dari PMI aja saat itu. Hari berikutnya ada kawan dari Bandung, yang bersedia jadi pendonor, eternyata baru tahu hanya 1 orang yang cocok(memenuhi kriteria pendonor) terimakasih buat kang Gilang, cukup membantu sebagai darah terakhir yang saya pake seterlah beres operasi saat itu.

Oiya menjelang operasi, asli saya nangis antara sadar dan nggak sadar saat itu, aneh saya takut sekali dioperasai jhaha.. Teh Tini saat itu sering cerita untuk tenang dan nggak takut, malamnya sebelum operasi teh Tini cerita "Jangan takut mi, bergantunglah sama Allah. Ini operasi ringan, dulu tteh juga diioperasi sesar ngga apa", tenang dan bergantunglah sama Allah". Mencoba untuk tenang, tapi tetep saja ditambah takut sama dokternya yang super tegas (yang ternyata ia anggota TNI), laki" pulak. Huhu nggak mau banget sebenernya. Hari selasa saat itu, kawan genk battar datang menjenguk, beberapa jam sebelum saya pindah ke ruang operasi saya sempat ngobrol bareng mereka(sebenernya antara sadar dan nggak sadar saat itu). Akhirnya di bawa perawat ke ruang operasi, dalam kondisi pasrah banget, apapun yg terjadi itu adalah kehendak Allah. Sempat terlintas kematian juga, ganti kostum dan entahlah saat itu terakhir ingat di atas ada lampu banyak sekali, dan entah apalah yang terjadi, beberapa jam setelah itu saya sadar sudah dikamar semula kembali. Sama sekali tidak merasa sakit apa" sampai sekarang, Lho mana bekasnya pula, ternyata nggak ada bekasnya sama sekali. kalau sekarang ditanya "Mia pernah di operasi" saya jawab "ya kayanya". Asli sama sekali nggak sakit dan nggak ada bekasnya. Alhamdulillah.

Saya dirawat selama 11 hari di rumah sakit, banyak kawan, sodara dan kawan orang tua yang datang saat itu, 1 minggu pemulihan di rumah teh Tini, berat badan turun 10Kg yang 1 bulan kemudian naik lagi 10kg.. sial :|
Minggu ke 2 setelah di rawat saya pulang ke Bungbulang, subhanallah setiap hari orang pada datang ke rumah, jemaah pengajian, bahkan teman papa yang jauh pada datang, saya pikir "Parahkah sakit saya?". 1 desa kayanya tahu kalau mia ira antika sakit haha.. itulah untungnya hidup di kampung. Masih punya kepedulian, dengan tetangga kerabat.
Setelah saya benar" sehat orang tua mengadakan syukuran di rumah.

Kuliah?? haha kuliah yang terlupakan hampir 6 pertemuan tidak masuk, memutuskan untuk di kosongkan saja nilainya. Eh ternyata dari jurusan menganjurkan untuk dicutikan saja, sayang katanya. meskipun saat itu sudah telat untuk urusan cuti tapi dari prodi sangat membantu sekali dalam birokrasi pengurusan cuti, terimakasih. Sehingga resmilah saya cuti semester 7.

Berbuatlah yang terbaik setiap saat, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Posting, dan bergantunglah kepada Allah disetiap kondisi. Itu cuplikan hikmahnya dan jangan sekali-kali makan pedes dan asem yang berlebih ehee,,

Saya selalu ingat dengan nasihat ini, ketika saya berbaring tak berdaya di rumah sakit .
"Adik teteh yang sholehah, sabarlah dan bersyukurlah. Sabar dengan sakitmu, karena itu bukti bahwa kita tak ada apa2nya di hadapan Tuhan, kemudian bersyukur karena Tuhan akan menggugurkan dosa-dosamu, gantungkan segalanya kepada Tuhan". teh Tini.

"Apapun yang terjadi pada hidup kita adalah harta karun yang Allah berikan kepada kita, namun tergantung pada penyikapan kita. Harta karun itu akan berlaku bagi orang2 yang dapat mengambil pelajaran/hikmah dibalik setiap kejadian..
Berfikiran positif lah kepada Allah". mba Heny

Takkan kutemukan nasihat ini selain di Islam. Alhamdulillah bertemu dan dipersatukan dalam ikatan din Islam.

Terimakasih buat mamah sama papa, yang senantiasa merawatku setiap waktu,
Buat teh Tini yang senantiasa memberikan motivasi,
Buat teh Teni yang telah memijamkan barang" saat di rumah sakit,
Buat Chi yang merawat di kosan saat sakit,
Buat teh Irma yang membantu perjalanan ke garut,
Buat kang Gilang yang sudah mau mendonorkan darahnya,
Buat semua kawan" yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah membantu, memotivasi dan peduli ,
Jazakumullah khairan katsiran.. :*


Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)