link menu

Wednesday, October 23, 2013

Renungan Malam

Hidup memang singkat, sesingkat ketika mengingat masa kecil kita, bahkan lebih singkat dari itu. Usiaku saat ini 22 tahun, namun ketika sesaat ku ingat kembali masa dimana usiaku masih 5 tahun, ternyata serasa baru kemarin dan belum lama terlewati. Waktu begitu cepat sekali berlalu, bahkan waktu 30 detik itu terlalu lama untuk mengingat kembali masa lalu.

Masa-masa yang lalu masa-masa yang sementara dan tidak lama itu masih terekam dalam memory kita. Bayangkan jika saat ini kita sudah mati, betapa singkatnya hidup kita sesingkat ketika mengingat masa lalu yang merasa baru kemarin terlewati.

Pernah berfikir hidup kita seperti ini selamanya?
Pernah berfikir bahwa usia kita masih muda untuk mati?
Atau Pernahkah kita lupa dengan kematian?
Pernahkah kita lupa dengan keberadaan surga dan neraka?

Padahal kita yakin bahwa setiap yang berjiwa itu akan mati.
Padahal kita yakin ada konsekwensi hidup surga dan neraka.
Ya, saya jawab "Pernah" (Tobatt )

Dunia telah melalaikan keyakinan, hawa nafsu telah membelenggu diri sehingga petunjuk sulit diikuti, naudzubillah.

Kebahagiaan di dunia itu sementara, tak akan kekal. Kenikmatan di dunia ini hanya sedikit (ex: makan eskrim enak itu kalau sedikit, banyak mah bisa sakit perut). Tidakah inginkan kebahagiaan dan kenikmatan yang hakiki?

Ingatlah kebahagiaan dan kenikmatan yang hakiki itu hanya akan didapati dengan usaha kita di dunia ini, sekarang(bukan 1 detik kemudian). Ikuti petunjuk sang pemberi kebahagiaan dan kenikmatan yang hakiki Dialah Allah.

Bayangkan..
Saat ini alhamdulillah kita masih bisa makan enak, bisa belajar, dan bisa menikmati kenikmatan-kenikmatan lainnya yang tidak semua orang dengan mudah mendapatkannya. Pernahkan kita berfikir bagaimana jika kita terlahir menjadi pengemis, gelandangan, orang miskin yang serba susah?? oh No.. (Maka sering"lah bersyukur). Kemudian bayangkan kembali dengan keadaan yang seraba berkucukupan saat hidup di dunia ini, kita di akhirat mendapatan posisi seperti halnya pengemis, gelandangan bahkan lebih dari itu, apa yang terfikir saat itu? Sungguh kasihan sekali. Semoga kita termasuk golongan yang diberi kenikmatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, aamiinn.

Oleh karena itu, Sibukkanlah aktivitasmu dengan kebaikan, karya serta pemberi manfaat setiap saat sesuai petunjuk Allah.
Hidup di dunia sekali dan tak dapat diulangi, semoga kelak kita bisa bersama memasuki surgaNya.(Cita-cita ingin memasuki surga firdaus, aamiinn).

Renungan Malam
Mia Ira Antika;
Puncak Ledeng; 23 Oktober 2012; 00:20WIB
Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)