link menu

Tuesday, August 20, 2013

Persiapkanlah Dirimu, Sebelum Waktunya Itu Tiba

Pernah mempunyai keinginan "Nikah muda". 
Dulu pernah ditanya sama salah satu guru SMA "Target nikah kapan neng?" "20 Tahun", jawaban tegas yang sangat meyakinkan. Oke sampailah di usia 20 tahun, eh ternyata gak kesampaian. Narget lagi usia 22 tahun "Usia 22 tahun, cukup kayanya untuk berumah tangga", eiss gak kesampaian juga. Kalo sekarang ditanya lagi, kapan target nikah "24 tahun" tegas juga saya menjawabnya.
Manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan. oke.. oke..

Menikah, semua orang normal pasti menginginkan hal itu (Ujug-ujug mau nulis lagi about menikah). Mempunyai pasangan terbaik yang bisa mendampinginya saat suka dan duka, itu harapan kita semua. Menikah, banyak yang terbayang itu hanya manis-manisnya saja, sehingga tidak sedikit orang ngebet nikah karena alasan manisnya rumah tangga saja. Oke saya pernah baca sekilas buku "Bukan pernikahan Cinderella" pernah mengikuti bedah bukunya juaga, yah Cinderella enggak pernah pusing mikirin harga beras yang terus naik, harga BBM yang melambung, apalagi perselingkuhan! Berumah tangga itu enggak mesti ala Cinderella, padahal liku pernikahan itu huaahh baru ngeuh juga saya, saya paparkan sekilas isi dari buku yang pernah saya baca tersebut. Bayangkan PERNIKAHAN:
  • Perjalanan pernikahan terjadi fluktuatif romantis dan sadis
  • Menikah dengan siapapun harus siap dengan kekurangan
  • 2 manusia yang berbeda karakter, latar belakang, pembentukan kepribadian berkumpul dalam 1 ikatan rumah tangga.
  • dsb, saya lupa :p
Nah, kesiapan menikah itu memang perlu, terutama ilmu, iman dan niatan.
Bisa jadi ketika tidak siap menikah, kurangnya ilmu, iman dan niatan, kita tidak siap dengan segala problematika yang ada, saking parahnya problematika  dalam rumah tangga, ada orang yang tidak percaya kalau dia mau dan sudah menikah dengan pasangannya sekarang, kebimbangan untuk melanjutkan pernikahan juga melanda "Jangan-jangan saya sudah salah baca firasat sholat istikharah -___-" ohh tidakk, jangan ya.. :D

Bukan maksud hati memupuk rasa pesimis dan merontokan niat menikah, tapi simpan itu semua untuk pembekalan yang menggugah perasaan. Tujuannya agar kita lebih siap menjadi pasangan pengantin yang bahagia dengan masalah yang ada.

Pernah ku temui rumah tangga sesorang, weiiss saya acungin jempol deh. Rumah tangga yang sederhana tapi bahagia, saya bertanya dan memberikan pernyataan, saat itu sedang melihat anak-anaknya yang masih kecil-kecil dan merengek dua-duanya ke ibunya.
"Teh jadi ibu sulit ya?? harus tidur malam, dan pagi pun di tuntut untuk bangun melayani keluarga. Belum tugas-tugas selain di rumah. Masih gadis mah masih bisa nyantai" , tetehnya menjawab "Tidak mi, justru nikmat sekali. Bersyukur sekali saat kita sadar akan tugas kita sebagai hamba dan pejuang Allah,  saat pulang ke rumah mengurus anak-anak dan keluarga itu menjadi hiburan, cape iyah tapi nikmat sekali."
Waww,,super.. bisa dijadikan pelajaran (y)

Oke persiapkanlah dirimu, sebelum waktunya itu tiba. :D
heehee...
Share on :