link menu

Monday, November 5, 2012

KAJIAN SEDERHANA BUAT WANITA

















Di dalam Al-Qur’an Hadits, kata2 yang ada hubungannya dengan kata wanita itu ada empat, yaitu : Mar’atus Sholihah, Ummul Kitab, Ummul Quro’, Ummul Mujahid.

 
-Mar’atus Sholihah (Wanita Sholihah)
ini babnya baru Level 1, biasanya babnya baru seputar bagaimana cara melayani suami dengan baik, belum yang lain, sehingga kata2 yang muncul dari tipe2 wanita level 1 ini adalah:
 “Bang kapan pulang?”, “anak belum makan bang”, “susu anak habis” dsb…, paling yang agak lumayan yang disukai para lelaki adalah perkataan “Bang aku saat ini sedang menunggumu dengan kecintaan”.
– Ummul Kitab (Ibu Guru)
ini level2 agak mendingan dikit, biasanya wanita seperti ini tidak terlalu memikirkan nafkah, kecuali dalam keadaan2 tertentu saja (wong namanya guru, bisa cari nafkah dengan cara mengajar), kata2 alasan yang sering dilontarkan kalau suami udah berapa hari gk pulang adalah : “Bang susu anak sudah habis” (soalnya gajinya kurang cukup, cuma pas buat makan), padahal cuma rindu aja agar suaminya pulang hehehe…
– Ummul Quro’ (Ibu Negara)
Nah ini agak mendingan dikit, masuk level 3, dia tidak terlalu memikirkan apakah suami akan pulang apa tidak, soalnya profesinya agak bagusan dikit, gaji lebih dari cukup buat makan dan kebutuhan sehari2, paling kata2 yang menjadi alasan agar suaminya bisa pulang dia cuma mengatakan: “Hati2 di jalan ya bang”, biasa… alasan klasik hehehe…
dan yang terakhir ini yang luar biasa
– Ummul Mujahid (Ibunya para Mujahid)
Ini baru wanita luar biasa, ini level terakhir yang harus dimiliki oleh wanita, dia tidak akan memikirkan apakah suaminya pulang atau tidak, mau memberi nafkah apa tidak, mau sebulan, setahun ataupun dapat kabar kematian suaminya, karena dia mampu mandiri dengan keadaan yang ada, karena dia yakin bahwa suaminya adalah seorang mujahid, dan dia siap menjadi istri dalam keadaan yang bagaimanapun dari suaminya yang memang istiqomah di jalan jihad, dan mampu mendidik anak2nya untuk menjadi mujahid2 atau mujahidah2 penerus jalan jihad, tidak ada alasan apapun yang dia ucapkan kepada suaminya selain :
"Berjihadlah di jalan Allah suamiku, Insya Allah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar"
Share on :

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar, terimakasih telah berkunjung :)