Tuesday, January 21, 2014
Saturday, January 18, 2014
Malam
Jangan tanya apa alasanku mencintaimu | aku tak punya alasan untuk tidak mencintaimu
keheningan untuk merenung, ketenangan untuk berlindung, keteguhan untuk mendukung | itu dimiliki malam bukan siang, itu yang engkau miliki..
karena siang telah melelahkan, saat terik sudah menyakitkan | selimuti aku dengan perhatian, alihkan mataku dari kebutaan
malam tetaplah disisiku, janganlah lekas berlalu | malam tetaplah bersamaku, temani aku mengadu
malam tahukah engaku kita tak begitu berbeda dalam tenggat | kita diawali dengan shalat dan diakhiri pula dengan shalat
keheningan untuk merenung, ketenangan untuk berlindung, keteguhan untuk mendukung | itu dimiliki malam bukan siang, itu yang engkau miliki..
karena siang telah melelahkan, saat terik sudah menyakitkan | selimuti aku dengan perhatian, alihkan mataku dari kebutaan
malam tetaplah disisiku, janganlah lekas berlalu | malam tetaplah bersamaku, temani aku mengadu
malam tahukah engaku kita tak begitu berbeda dalam tenggat | kita diawali dengan shalat dan diakhiri pula dengan shalat
I miss you so much teh Rani
Juli 2006 saya mulai tinggal di kota Garut. Bermula diterimanya saya di salah satu sekolah negeri di kota Garut, SMK Negeri 1 Garut. Saya tinggal bersama kaka sepupu saya, karena pelantaranyalah saya mengenal kawan-kawan yang sangat luar biasa dalam hidup saya. Ada yang ingin saya ceritakan, tentang dia, tentang persahabatan itu. Dialah perempuan cantik yang sampai saat ini selalu kurindukan. Rani Andriani, saat itu ia sedang menduduki bangku sekolah SMA kelas 3 di salah satu sekolah negeri di kota Garut. Ini lah awal mula saya mengenalnya. Ia tinggal serumah bersama kami saat itu. Singakat hanya 1 tahun saya bersamanya. Waktu yang singkat itu telah memberi arti seakan separuh hidupku kuhabiskan dengannya, mungkin inilah yang dinamakan kenikmatan dalam persahabatan. Sosok wanita cantik, nan sholehah, ia periang dan selalu membantu. Ia yang mengenalkanku berislam, ia yang setiap malam sebelum tidur selalu menceritakan kisah-kisah keteladan seorang pejuang islam, ia yang mengajariku wajibnya berjilbab, ia yang selalu mendengarkan segala ceritaku, ia yang selalu membuatku tertawa, pun ia yang selalu membuatku menangis ia yang takkan pernah tergantikan. Sungguh merindunya. Merindu untuk memanggilmu "Teh Rani".
Thursday, January 16, 2014
Kisah Utsman bin Affan
Utsman bin Affan
-Utsman bin Affan dan Cahaya Pertama,
1. Utsman bin Affan saat sebelum Islam hadir padanya pun sangat dikenal sebagai pribadi yang sangat menarik hati
2. berasal keluarga yang terpandang, harta melimpah ruah, kulitnya yang lembut, serta ketampanan wajahnya menjadi daya pikat tersendiri
3. terlebih, dibalik itu semua bahwa seluruh kaum Quraisy sangat mencintainya | cinta kaum Quraisy kepada Utsman adalah cinta yang tulus
4. bahkan jika ibu-ibu Quraisy jika hendak bernyanyi di depan anak-anak mereka untuk menyenangkan hati anak-anak mereka dengan lirik
5. “aku mencintaimu dan ar-Rahman dengan cinta Quraisy kepada Utsman” | nyanyian yang akan menghibur anak-anak Quraisy saat itu
6. atau dendang bagi si bayi “aku mencintaimu wahai bayiku demi Tuhan, sungguh aku mencintainya laksana cinta orang2 Quraisy kepada utsman”
-Utsman bin Affan dan Cahaya Pertama,
1. Utsman bin Affan saat sebelum Islam hadir padanya pun sangat dikenal sebagai pribadi yang sangat menarik hati
2. berasal keluarga yang terpandang, harta melimpah ruah, kulitnya yang lembut, serta ketampanan wajahnya menjadi daya pikat tersendiri
3. terlebih, dibalik itu semua bahwa seluruh kaum Quraisy sangat mencintainya | cinta kaum Quraisy kepada Utsman adalah cinta yang tulus
4. bahkan jika ibu-ibu Quraisy jika hendak bernyanyi di depan anak-anak mereka untuk menyenangkan hati anak-anak mereka dengan lirik
5. “aku mencintaimu dan ar-Rahman dengan cinta Quraisy kepada Utsman” | nyanyian yang akan menghibur anak-anak Quraisy saat itu
6. atau dendang bagi si bayi “aku mencintaimu wahai bayiku demi Tuhan, sungguh aku mencintainya laksana cinta orang2 Quraisy kepada utsman”
Friday, December 27, 2013
Vonis Sesat
Memvonis suatu ajaran apakah itu Al-Haq atau Al-Batil pada hakekatnya adalah hak perogratif Allah
dan RasulNya. Namun manusia diberi potensi yang sama oleh Allah untuk
bisa menyimpulkan kebenaran dan kesalahan suatu ajaran. Potensi tersebut
adalah potensi bertauhid yang sama rata diberikan kepada selueuh anak
keturunan adam di alam ruh (Qs 7 : 172).
Kemudian setelah lahir ke alam
dunia manusia diberi potensi hati, pendengaran dan penglihatan (Qs 16 :
78, 7 : 179), tentunya dibarengi dengan potensi eksternal, yaitu berupa
Hidayah (Qs 2 : 2, 48 :28). Namun untuk memvonis suatu ajaran sesat,
tidak lantas memvonis dengan membabi buta. Bahkan MUI sekalipun sangat
berhati-hati mengeluarkan fatwa sesat kepada suatu ajaran dan kelompok.
Perlu adanya klarifikasi (tabayyun), fakta, dalil dan argumen yang bisa
dipertanggung jawabkan, tidak asal menuduh.
DAKWAH tidak Sekedar KATA !
Dakwah yang kini identik
dengan ceramah, tabligh, khutbah, nasihat atau pidato, dan dilakukan
oleh segelintir orang (ustadz, mubaligh, santri, aktifis). Ternyata
tidaklah sesempit itu maknanya. Namun Dakwah adalah suatu KERJA NYATA
yang harus dilakukan oleh setiap orang yang sudah menyatakan
keimanannya/ikrar Syahadatain kepada Allah melalui aparatNya (Qs 48 :
10), dalam rangka melahirkan manusia-manusia yang siap ditata dan
diatur, serta tunduk pada kehendak-Nya (Mukmin-Mukhlis). Yang akan
menjadi penyangga dalam rangka tegaknya AL-ISLAM di dunia ini umumnya
dan di Indonesia khususnya. Dengan jelas dan tegas bahwa dakwah yang
dilakukan adalah untuk MENGAJAK manusia yang berada dalam system
nonwahyu (jahiliyah/batil/thogut) kepada system wahyu (al Islam), BUKAN
MENGAJAK manusia kepada kelompok, golongan, organisasi, faksi ataupun
partai (Ashobiyah).
SABILILLAH Vs SABILITHOGUT
“Orang-orang
beriman berperang di Jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di
Jalan Thogut. Sebab itu perangilah kawan-kawan Syetan itu, karena
sesungguhnya tipu daya Syetan itu lemah” (Qs An-Nisa [4] : 76)
Dalam Al-Qur’an kalimat sabil sering dihubungkan dengan kalimat Allah dan at-Thagut. Sehingga membentuk kalimah SABILILLAH, artinya “Jalan Allah”. atau SABILITHOGUT, artinya “Jalan Thogut”. Jalan Allah adalah jalan yang lurus, sedangkan Jalan Thagut adalah jalan yang sesat.
Sabilillah
Sabilillah adalah cara, sistem, metode atau sarana/prasarana untuk terlaksananya pengabdian kepada Allah. Tidak akan diterima amal seseorang kalau tidak berada pada SABILILLAH. Sebagai contohnya “INFAQ”. Allah menyuruh muslim agar berinfaq fi Sabilillah/di Jalan Allah. “Dan berinfaqlah di “jalan Allah”….”
Dalam Al-Qur’an kalimat sabil sering dihubungkan dengan kalimat Allah dan at-Thagut. Sehingga membentuk kalimah SABILILLAH, artinya “Jalan Allah”. atau SABILITHOGUT, artinya “Jalan Thogut”. Jalan Allah adalah jalan yang lurus, sedangkan Jalan Thagut adalah jalan yang sesat.
Sabilillah
Sabilillah adalah cara, sistem, metode atau sarana/prasarana untuk terlaksananya pengabdian kepada Allah. Tidak akan diterima amal seseorang kalau tidak berada pada SABILILLAH. Sebagai contohnya “INFAQ”. Allah menyuruh muslim agar berinfaq fi Sabilillah/di Jalan Allah. “Dan berinfaqlah di “jalan Allah”….”
Kalau Engkau Memang Jantan, Segera Nikahilah Aku !! (jangan cuma mengajak berpacaran !!!!!!)
Jika seorang pria tulus
mencintai wanita tentu sang pria berharap sang wanita selalu selamat
dan tidak mungkin sang pria secara sengaja mencelakakan wanita.
Kecuali jika sebenarnya hanyalah nafsu yang berkedok cinta maka bisa saja si pria tidak peduli dengan keselamatan wanita asalkan hasratnya terpenuhi, dia tak peduli apakah si wanita akan celaka atau tidak, yg penting dirinya senang.
Inilah hakekat pacaran, para pria yg memacari wanita sebenarnya cintanya tidak tulus, yang ada sebenarnya hanyalah nafsu dan hasrat pribadi, bukan cinta. BUKTINYA dia tidak peduli jika wanita yang dipacarinya celaka dan masuk neraka, asalkan dirinya bisa bersenang-senang dengan wanita tersebut, jadi sudah jelas cintanya itu palsu, sebenarnya hanya nafsu saja.
Kecuali jika sebenarnya hanyalah nafsu yang berkedok cinta maka bisa saja si pria tidak peduli dengan keselamatan wanita asalkan hasratnya terpenuhi, dia tak peduli apakah si wanita akan celaka atau tidak, yg penting dirinya senang.
Inilah hakekat pacaran, para pria yg memacari wanita sebenarnya cintanya tidak tulus, yang ada sebenarnya hanyalah nafsu dan hasrat pribadi, bukan cinta. BUKTINYA dia tidak peduli jika wanita yang dipacarinya celaka dan masuk neraka, asalkan dirinya bisa bersenang-senang dengan wanita tersebut, jadi sudah jelas cintanya itu palsu, sebenarnya hanya nafsu saja.
Friday, December 6, 2013
Keyakinan

Ketenangan jiwa dan ketenteraman hati di kehidupan dunia ini hanya dapat diraih ketika seorang hamba mengimani qadha’ dan taqdir Allah Swt. Keyakinan yang mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi dan tunduk pada kehendak Allah Swt.
Walaupun semua manusia berkumpul dan bersepakat
untuk menimpakan suatu kemudharatan kepada seseorang, niscayaa mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah Swt, sebaliknya mereka juga tidak akan mampu memberikan suatu kemanfaatan kepada orang lain tanpa kehendak Allah Swt.
Subscribe to:
Posts (Atom)


